Selasa, 24 Mei 2011
SUKU KERINCI RAS TERTUA DI DUNIA
PENELITI antropologi urban dari Universitas Diponegoro Radjimo menyatakan suku Kerinci yang mendiami dataran tinggi bukit barisan di sekitar Gunung Kerinci ternyata lebih tua dari suku Inka, Indian di Amerika.
"Dari sebuah kesimpulan riset Dr Bennet Bronson peneliti dari AS bersama Tim Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada 1973, yang saya baca malah berpendapat bahwa suku Kerinci bahkan jauh lebih tua dari suku Inka (Indian) di Amerika," katanya, di Jambi, Sabtu (21/5).
Hal itu berarti suku Kerinci tidak hanya lebih tua dari proto-melayu. Suku Indian Inka sendiri adalah suku yang salah satu ramalan purbanya tentang kiamat 2012 jadi inspirasi film Hollywood yang menghebohkan pada 2009 lalu. Suku India Inka diyakini sebagai suku purba yang telah memiliki peradaban tinggi.
Radjimo mengungkapkan, salah satu pembuktian yang dikemukakan tim Bennet Bronson
itu adalah tentang manusia Kecik Wok Gedang Wok. Ia merupakan suku pertama yang telah mendiami dataran tinggi Kerinci lebih dari 10.000 tahun lalu itu. Suku itu belum mempunyai nama panggilan secara individu sampai masuknya suku Proto-Melayu.
"Sedangkan suku Indian Inka di Amerika yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu suku dan ras tertua di dunia diketahui pada zaman yang sama sudah memiliki nama, seperti Big Buffalo (Kerbau Besar), Little Fire (Api Kecil) dan lainnya," terang Radjimo.
Maka saat itulah pula terjadi perpindahan etnis ini dari satu tempat ke tempat lain pada Alam Melayu seperti perpindahan Proto Malaiers (Melayu Tua) ke Alam Kerinci.
Menurut Kern, alam Kerinci saat itu telah didiami oleh manusia, dan mereka penduduk pribumi inilah yang disebut sebagai Kecik Wok Gedang Wok.
Namun, saat itu jumlah Proto-Melayu yang lebih dominan dari Kecik Wok Gedang Wok menyebabkan kaum pribumi tersebut secara perlahan menjadi lenyap dalam percampuran darah antara pendatang dan pribumi.
Kelompok inilah yang selanjutnya berkembang dan menjadi nenek moyang orang Kerinci modern hingga generasi saat ini.
Hal lain yang sering dijadikan sampel penelitian oleh pada peneliti tersebut adalah keragaman bahasa dan dialek di Kerinci. Dengan bahasa yang sangat beragam, sekitar 135 buah dialek, yang dipakai hanya di sepanjang lembah, memperumit penelitian etnografi.
Beberapa penelitian menyebutkan bahawa orang Kerinci termasuk kelompok suku bangsa asli yang mula-mula ada di Sumatra.
Kelompok suku bangsa ini kemudian dikenal dengan Kecik Wok Gedang Wok yang diduga telah berada di wilayah Alam Kerinci semenjak 10.000 tahun silam (Whitten, 1987). (Ant/OL-9)
mediaindonesia.com
Minggu, 22 Mei 2011
Siapakah Zionis Israel Itu Sebenarnya? III dan IV
bangsa Khazar ke dalam komunitas Yahudi telah menambah watak kaum tersebut menjadi lebih brutal. Kaum Yahudi sejak lama memang telah dikenal sebagai kaum yang tidak bisa dipercaya karena berbagai pengkhianatan yang dilakukan, culas, selalu ingin menang sendiri, dan hanya mau mendengarkan suara kaumnya. Khazar mengubah Yahudi yang memang jahat menjadi bertambah jahat lagi.
Kita tentu tidak lupa bagaimana orang-orang Yahudi ini mengkhianati Musa a.s. yang telah menyelamatkan mereka dari kejaran tentara Firaun, namun mereka bukannya berterima kasih kepada Musa, melainkan membuang ajaran Taurat Musa dan menggantinya dengan menyembah Sapi Betina yang didasarkan pada kitab hitam Talmud. Kita tentu tidak lupa bagaimana orang-orang Yahudi ini membunuh banyak nabi, bahkan nabi dari kalangan mereka sendiri.
Dalam hal konsep Zionisme, Yahudi asli memang telah lama memilikinya. Hanya saja, para Rabbi Yahudi meyakini jika Zionisme atau Gerakan Kembali ke Bukit Zion hanya akan terjadi ketika Raja Yahudi sudah kembali datang ke tengah mereka dan memimpin kaum Yahudi untuk bisa ke sana. Konsep Zionis asli adalah konsep mesianik, bersifat pasif. Namun oleh Khazar hal ini diubah seratus delapan puluh derajat. Menurut Yahudi Khazar, gerakan kembali ke Bukit Zionis di Palestina jangan menunggu sampai datangnya Mesiah, namun orang-orang Yahudi harus merebutnya sendiri dengan cara apa pun, jika perlu dengan angkat senjata.
Inilah konsep Zionisme yang ada dewasa ini. Bangsa Khazar memang mempunyai dendam kesumat terhadap orang Kristen karena mereka menganggap runtuhnya Imperium Khazar disebabkan serbuan Byzantium dan Kristen Rusia. Berabad kemudian dendam yang sama yang dipelihara oleh Ksatria Templar terhadap Gereja.
Dengan kecerdikan luar biasa, bermodalkan emas, orang-orang Khazar menyusup ke berbagai lini kekuasaan Eropa. Mereka inilah yang menjadi motor bagi gerakan konspirasi Yahudi. Mereka berada di belakang Talmud, berada di belakang dikorbarkannya Perang Salib, di belakang berbagai revolusi, di belakang berbagai penguasaan bank sentral, dan sebagainya.
Kaum Yahudi Khazar menyelenggarakan Konferensi Zionis Internasional I di Basel, Swiss, tahun 1897. Acara itu menobatkan Theodore Hertzl sebagai Ketua Gerakan Zionis Dunia. Agenda yang disahkan adalah apa yang telah ditulis Rothschild pada tahun 1773, dan menciptakan Tanah Yerusalem sebagai Negara Israel Raya. Padahal, saat itu Tanah Yerusalem hanyalah bagian kecil dari wilayah yang disebut sebagai Bumi Filistin atau Palestina, yang berada di bawah kekhalifahan Turki Utsmaniyah.
Hertzl tahu itu. Dia mencoba menyuap Sultan Hamid, Khalifah Turki Utsmani, agar mau menyerahkan Tanah Palestina kepada kaum Zionis. Namun Sultan Hamid dengan gagah menolaknya. “Selama nafasku masih ada, tidak akan penah kuberikan sejengkal pun tanah suci itu kepada kalian wahai Yahudi,” tegasnya. Sejarah telah mencatat, gagal dengan cara halus, akhirnya Zionis Yahudi main kasar. Lewat berbagai konspirasi, Turki Utsmani pun hancur pada Maret 1924.
Pada tahun 1940-an mereka menciptakan monster bernama Adolf Hitler dengan gerakan Nazi-nya yang memiliki ideologi yang sebangun dengan ideologi Zionisme. Monster Hitler dengan Nazi-nya ini bertugas mengusir banyak-banyak kaum Yahudi dari Eropa, agar mereka mau pindah ke Tanah Palestina. Perang Dunia I dan II sesungguhnya hanyalah upaya dekonstruksi peta demografi, terutama di Eropa dan Palestina. Dan sejarah juga telah mencatat bagaimana akhirnya kaum Zionis Yahudi ini berhasil mencaplok Tanah Palestina, dengan bantuan Inggris dan kawan-kawan. Bangsa Palestina yang merupakan pemilik yang sah Tanah Palestina diusir dan diteror. Penjajahan yang dilakukan Zionis Yahudi atau Zionis Israel ini terus berlangsung sampai sekarang.
Apa yang dinyatakan dengan istilah “Kemerdekaan Israel” seperti yang diucapkan Unggun “Samuel” Dahana, Muhammad Nur “Benjamin” Ketang, dan para kolaborator Zionis lainnya, sesungguhnya adalah hari terusirnya Bangsa Palestina dari tanah hak miliknya sendiri, hari dimana Bangsa Palestina dibantai, hari di mana perempuan-perempuan Palestina diperkosa, hari dimana bayi-bayi Palestina dibunuh dan dibuang begitu saj ake dalam api yang berkobar-kobar. Kebiadaban inilah yang mereka rayakan dengan suka cita.
Kristen dan Zionisme
Pernyataan kedua yang dikatakan para kolaborator Zionisme tersebut adalah klaim jika umat Kristiani mendukung Zionisme Israel secara terbuka. Benarkah itu?
Adalah menjadi satu pertanyaan besar saat ini, mengapa aras utama umat Kristiani Dunia di dalam aspirasi politiknya sekarang cenderung satu suara, satu tujuan, satu sikap, dengan kaum Zionis-Israel seperti yang diperlihatkan dengan begitu baik dalam acara solidaritas Israel-Amerika bertajuk Stand With Israel yang digagas tokoh Gedung Putih Zionis-Yahudi bernama Paul Wolfowitz pada tahun 2002 lalu? Atau mengapa ketika Gereja Nativity di Betlehem, Palestina, sebuah gereja tersuci dalam agama Kristen karena diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus, dikepung dan ditembaki tentara Zionis-Israel, umat Kristen dunia diam dan tidak menunjukkan reaksi apa pun?
Kedekatan Dunia Kristen dengan kaum Zionis kini berasal dari sebuah infiltrasi dan rekayasa ideologis yang telah dilakukan lama sekali oleh kaum Yahudi. Sejarah mencatat, betapa dulu, kedua pihak ini—Yahudi dan Kristen—memiliki sejarah konflik yang sangat keras dan berdarah-darah. Bahkan Yesus pernah dikejar-kejar penguasa Romawi untuk dibunuh gara-gara pengkhianatan seorang Yahudi. Beberapa peristiwa di masa silam seperti Dewan Inkuisisi di Spanyol dan Portugis, juga memperlihatkan betapa kerasnya Gereja memusuhi kaum Yahudi. Namun dalam sejarah kita juga menemukan beberapa peristiwa yang aneh yang membuat kita berpikir bahwa sebenarnya Gereja itu amat dekat dengan kaum Zionis. Mengapa itu bisa terjadi?
Kedekatan Zionis Yahudi dengan Kekristenan sekarang sesungguhnya hasil dari suatu penyusupan yang dilakukan kaum Yahudi ke dalam Gereja. Mereka menguasai Gereja dengan menjadi pendeta dan menghancurkan nilai-nilai asasi Gereja dari dalam.
Salah satu yang dicatat sejarah adalah apa yang diperbuat Pemimpin Tertinggi Kaum Yahudi di Istambul. Dalam surat balasannya, 24 Juli 1489, kepada Rabbi Shamur dan komunitas Yahudi di Perancis yang sedang ditindas oleh Raja dan Gereja, dia menyatakan agar orang-orang Yahudi segera memeluk Kristen sebagai kamuflase dan menghancurkan agama itu dari dalam. Mereka memenuhi Gereja agar bisa menjadi pemimpin-pemimpinnya dan kemudian menghancurkan nilai-nilai asasi dari Gereja dan menggantinya dengan nilai-nilai serta keyakinan Kabbalis mereka sendiri. Tentu saja, semua ini dilakukan dengan penuh kerahasiaan.
Salah satu hal yang paling mendasar untuk menaklukkan dan menunggangi Gereja dan umatnya adalah dengan merusak kitab suci umat Kristen itu sendiri. Untuk tugas ini, kaum Yahudi menyusupkan agennya bernama Paulus merapat ke Yesus sehingga dikenal sebagai Santo (orang suci) Paulus. Siapa sebenarnya Paulus?
Agar tidak mendapat kesangsian dari umat Kristen, maka untuk mengetahui siapa Paulus sesungguhnya hendaknya juga diambil dari sumber mereka sendiri yakni kitab suci Injil. Hindun al-Mubarak dengan cermat telah melakukan penelitian dan pengkajian terhadap Kitab Injil dan membuat Biodata Paulus yang cukup lengkap. Inilah kutipannya tentang Biodata Paulus:
Nama : Paulus/Saulus (Gal.5: 2; Kis.13: 9)
Tempat lahir : Tarsus, Kilikia (Kis.22: 3)
Pekerjaan : Tuna Karya (Rm.15: 23)
Jabatan : Mengaku Rasul buat bangsa bukan Yahudi (Rm. 11: 13; Ef. 3: 8; I Tim. 2: 7; Gal. 2: 7), Allah Bapa bagi umat Kristen (I Kor. 4: 15), Pendiri agama Kristen (Kis. 11: 26; I Kor. 9: 1-2).
Disunat : pada hari kedelapan (Flp. 3: 5)
Asal : Yahudi dari Tarsus (Kis. 21: 39; Kls. 22: 3)
Keturunan : Orang Israel (Rm. 11: 1), Ibrani asli (Flp. 3: 5)
Suku bangsa : Benjamin (Flp. 3: 5; Rm. 11: 1)
Kewarganegaraan : Romawi (Kis. 22: 25-29).
Dididik oleh : Gamalael (Kis. 22: 3)
Agama : Yahudi tidak bercacat (Flp. 3: 6; Kis. 24: 14)
Status : Tidak beristeri (I Kor. 7: 8)
Pendirian : Orang Farisi (Flp. 3: 5)
Kegiatan : Penganiaya pengikut Jalan Tuhan sampai mati, ganas tanpa batas dan penghujat (Flp. 3: 6; Kls. 8: 1-3; 22: 4-5; 26: 10-11; Gal. 1: 13; I Tim. 1: 13; I Kor. 15: 8-9; Kis. 9: 1-2).
Ciri khusus : Bersifat bunglon (I Kor. 9: 20-22; Kis. 23: 6), Punya kelainan (Rm. 7:15-26), Munafik (Kis. 21: 20-26; Flp. 3; 8-9; Gal. 5: 18; Rm. 6: 14; 7: 6; I Kor. 15: 55-56), Memberitakan kebenaran Allah dengan dusta (Rm. 3: 5-7), bergembira memberitakan Yesus walau dengan kabar palsu (Fil. 1: 18).
Mengalami : Berbicara dengan Tuhan (I Kor.12: 8-9), kemaluan (Paulus) ditinju dan ditendang oleh Yesus (Kis. 9: 5).
Akhir hayat : Mulutnya ditampar atas perintah Imam Besar (Kis. 23: 2), dijatuhi hukuman pancung oleh penguasa Romawi (Martyrs Mirror).
Itulah Paulus yang mendapat tempat istimewa di dalam kekristenan sekarang ini.
Belum cukup dengan Paulus, karena rupanya tidak semua orang Kristen mentaati Paulus ketimbang Yesus, maka Yahudi Talmudian memusnahkan semua Injil yang tidak mendukung kepentingannya. Alatnya adalah Konsili Nicea 325 M yang menghancurkan ratusan Injil yang tidak mengakui konsep ketuhanan Paulus dan hanya mengakui empat Injil yang semuanya mendukung Trinitas.
Dr. Muhammad Ataur Rahim yang meneliti sejarah kekristenan dan Yesus selama 30 tahun menyatakan bahwa pada abad pertama sepeninggal Yesus, murid-murid Yesus masih tetap mempertahankan ketauhidan secara murni. “Hal ini dapat dibuktikan dalam naskah The Shepherd (Gembala) karya Hermas, yang ditulis sekitar tahun 90 Masehi. Menurut Gereja, naskah itu termasuk kitab kanonik (yang dianggap suci). Di antara isi dari naskah tersebut berbunyi, ‘Pertama, percayalah bahwa Allah itu Esa. Dialah yang menciptakan dan mengatur segalanya. Dia menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Dia meliputi segala sesuatu, tetapi dia tidak diliputi oleh apa pun…’” Bahkan menurut Theodore Zahn, sebagaimana dikutip EJ. Goodspeed di dalam Apostolic Fathers, sampai dengan sekitar tahun 250 Masehi, kalimat keimanan umat Kristen masih berbunyi, “Saya percaya kepada Allah yang Maha Kuasa.”
Namun walau demikian, antara tahun 180 sampai dengan 210 Masehi, memang telah ada upaya-upaya untuk menambahkan kata “Bapa” di depan kata “Yang Maha Kuasa”. Uskup Victor dari Zephysius mengutuk penambahan kata tersebut dan menganggapnya sebagai pencemaran kemurnian kitab suci.
Salah satu tokoh penentang Gereja Paulus adalah Uskup Diodorus dari Tarsus. Lucian, seorang pakar Injil merevisi kitab ‘Septuaginta’, sebuah Injil berbahasa Yunani, dan memisahkan segala hal yang diyakininya tidak benar. Setelah bekerja keras, akhirnya Lucian menghasilkan empat buah Injil yang menurutnya adalah Injil yang benar-benar bersih dan bisa dipercaya. Namun dalam Konsili Nicea 325 Masehi, keempat Injilnya itu termasuk ke dalam kelompok Injil yang dimusnahkan.
Walau demikian, Lucian tidak melupakan kaderisasi. Salah satu muridnya bernama Arius, yang akan menjadi tokoh terkemuka dalam mempertahankan kemurnian ajaran Yesus Kristus dari serangan Gereja Paulus. Arius meyakini, umat Kristen seharusnya mengikuti ajaran sebagaimana yang diajarkan Yesus, bukan Paulus. Yesus diutus Tuhan untuk melengkapi dan meluruskan kembali Taurat Musa, hanya itu. Guru Arius, Lucian, dieksekusi mati oleh Gereja Paulus pada tahun 312 Masehi.
Tigabelas tahun kemudian, Konsili Nicea digelar. Kaisar Konstantin akhirnya mengeluarkan empat buah keputusan resmi. Keputusan itu adalah :
Pertama, menetapkan hari kelahiran Dewa Matahari dalam ajaran pagan, tanggal 25 Desember, sebagai hari kelahiran Yesus.
Kedua, hari Matahari Roma menjadi hari Sabbath bagi umat Kristen, dengan nama Sun-Day, Hari Matahari (Sunday).
Ketiga, mengadopsi lambang silang cahaya yang berbentuk salib menjadi lambang kekristenan, dan
Keempat, mengambil semua ritual ajaran paganisme Roma ke dalam ritual atau upacara-upacara kekristenan.
Selepas Konsili Nicea, antara Athanasius (Kubu Trinitas) masih saja berhadapan dengan Arius (Kubu Unitarian). Namun dengan adanya kompromi politik dan juga ancaman dari Konstantin, maka Arius dan pengikutnya pun dikalahkan. Ketika itu ratusan Injil yang tidak sesuai dengan konsep Trinitas dimusnahkan. Bahkan Gereja mengancam, siapa pun yang masih menyimpan Injil yang dilarang maka mereka akan dikenai hukuman mati. Suatu ancaman yang tidak main-main. Konsili Nicea menjadi ‘kemenangan besar’ bagi Gereja Paulus.
Sesungguhnya, Athanasius sendiri sebenarnya juga meragukan konsep Trinitas. Ia pernah menyatakan, “Tiap berusaha memaksakan diri untuk memahami dan merenungkan konsep ketuhanan Yesus, saya merasa keberatan dan sia-sia. Hingga makin banyak menulis untuk mengungkapkan hal itu, ternyata hal ini tidak mampu dilakukan. Saya sampai pada kata akhir, Tuhan itu bukanlah tiga oknum melainkan satu. Kepercayaan kepada doktrin Trinitas itu sebenarnya bukan suatu keyakinan, tetapi hanya disebabkan oleh kepentingan politik dan penyesuaian keadaan di waktu itu.”
Tahun 335 Masehi diadakan lagi Konsili di Tyre (sekarang masuk Lebanon). Di sini terjadi anti-klimaks. Athanasius dikutuk, dan kemudian disingkirkan ke Gaul. Arius bahkan diangkat menjadi Uskup Konstantinopel. Ini kemenangan bagi kaum Unitarian. Dua tahun setelah Konsili Tyre, Konstantin meninggal. Sepeninggal Konstantin, dua konsili lagi diselenggarakan: Konsili Antiokia tahun 351 Masehi dan Konsili Sirmium tahun 359 Masehi. Kedua konsili ini menetapkan bahwa keesaan Tuhan merupakan dasar kekristenan dan tidak mengakui konsep Trinitas.
Namun di luar, Gereja Paulus sudah berkembang dengan cepat di Eropa sehingga rakyatnya tidak menghiraukan hasil dua konsili ini.Tahun 387, Santo Jerome (dalam bahasa latin disebut sebagai Eusebius Hieronymus) menyelesaikan penulisan ulang Bibel Vulgate, Injil berbahasa latin pertama dan terlengkap, yang mencakup Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bibel Vulgate inilah yang kemudian dijadikan dasar bagi penulisan-penulisan Injil lainnya di Barat dan juga Dunia hingga hari ini. Vatikan pun aktif menghancurkan kembali semua Injil yang bukan berasal dari Jerome.
Secara diam-diam, kaum Yahudi Talmudian dan tentu saja Yahudi Khazar mengawal pertumbuhan Gereja, sehingga hanya Gereja Paulus saja yang berkembang. Namun mereka ini juga bermain di sisi yang berlainan. Saat Martin Luther dan gerakan protesnya mencuat, ordo ini menungganginya, juga dengan Calvinisme.
Lahirnya Judeo Christianity
Patut dicatat, kedua gerakan reformasi gereja ini sebenarnya tidak menyentuh akar kekristenan Gereja Paulus dan tetap menerima konsep Trinitas sebagai dasar keimanannya. Kaum Yahudi Talmudian percaya jika penafsiran dan penulisan Injil harus selalu sesuai dengan perkembangan zaman. Sebab itu, ketika wacana negara Israel terangkat ke permukaan seperti yang dicetuskan dalam Kongres Zionis Internasional I di Basel Swiss tahun 1897, hampir secara bersamaan, kaum Yahudi ini pun melakukan penulisan ulang Injil versi King James yang menjadi Injil utama negara-negara berbahasa Inggris di dunia. Konspirasi memerintahkan agennya, Cyrus L. Scofield, melakukan tugas ini.
Cyrus Ingerson Scofield (lahir 19 Agustus 1843) adalah seorang veteran perang saudara Amerika. Dia sama sekali bukan ahli agama, pastor, atau pun sarjana. Scofield tak lebih dari seorang petualang yang pintar berbicara dan mudah meyakinkan orang. Tipikal orang seperti inilah yang kemudian dirasa cocok oleh kaum Zionis Yahudi untuk menjalankan misinya mengubah penafsiran umat Kristen terhadap Alkitab, yang mampu membawa rahasia ini ke dalam liang kuburnya. Latar belakang Scofield sendiri berasal dari keluarga yang berantakan, punya catatan kejahatan, dan sering menipu orang. [bersambung/rz]
eramuslim.com
Kamis, 19 Mei 2011
Surat Cinta (ketika cinta yang maha agung, maha suci, tak terbalas)
Assalamuala'ikum warahmatullahi wabarakatuh..
Bismullaahirrahmaanirrahiim...
Al Qur'an memperingatkan dalam Qs Al baqarah ayat 21-22:
Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa,DIA lah yang mnjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,Dan DIA menurunkan air hujan dari langit lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizqi untukmu,karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu sekutu bagi Allah sedangkan kamu mengetahui..
Wahai HambaKU:
Saat kau bangun pagi hari AKU Memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKU walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepadaKU atas sesuatu hal yang indah,yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin....
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja... AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap,AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,tetapi engkau terlalu sibuk....
Di satu tempat engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun,kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu...AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU,tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.
AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari,dengan semua kegiatanmu... AKU berfikir engkau terlalu sibuk, untuk mengucapkan sesuatu kepadaKU..
Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling,mungkin engkau merasa maku untuk berbicara kepadaKU.... Itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.. Engkau memandang tiga atau empat meja di sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan,tetapi engkau tidak melakukannya... Masih ada waktu yang tersisa,dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah... Kelihatannya banyak hal yang harus kau kerjakan...
Setelah tugasmu selesai,engkau menyalakan tv,engkau menghabiskan banyak waktu di depannya tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang di tampilkan.. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton tv dan menikmati makananmu, tetapi kembali, enkau tidak berbicara kepadaKU...
Saat tidur,KUpikir kau merasa terlalu lelah, setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatah katapun namaKU kau sebut..engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu..
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari... AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.. AKU sangat menyayangimu... Setiap hari aku menantikan sepatah kata do'a, pikiran atau syukur di hatimu...
Keesok harinya engkau bangun kembali.. Dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih... Bahwa hari ini kau akan memberiKU sedikit waktu untuk menyapaKU....tapi yang KUtunggu.... Tak kunjung tiba....tak juga kau menyapaKU...
Subuh...zuhur...ashar...magrib...isya... Dan subuh kembali... Kau masih mengacuhkan AKU.... Tak ada sepatah kata,tak ada seucap do'a dan tak ada rasa,tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU..
Apa salahKU padamu wahai hambaKU??? Rizki yang KUlimpahkan,kesehatan yang KUberikan,harta yang KUrelakan,makanan yang KUhidangkan,anak anak yang KUrahmatkan ? Apakah hal itu membuatmu ingat kepadaKU....??? Percayalah AKU selalu mengasihimu dan AKU tetap berharap suatu saat engkau menyapaKU,memohon perlindunganKU.. Bersujud menghadapKU...yang selalu menyertaimu setiap saat...
AKU terserah persangkaan hambaKU kepadaKU,AKU bersamanya memberi rahmat dan membelanya bila dia menyebut namaKU,Bila dia menyebut namaKU dalam hatinya maka AKU mnyebutnya dalam hatiKU,bila dia menyebut namaku dalam perkumpulan orang banyak AKU mnyebutnya dalam perkumpulan yg lebih baik daripada mereka,jika dia mendekat padaKU sejengkal dgn melakukan amal sholeh dan berkata baik,maka AKU mendekat padanya sehasta,bila dia mendekat padaKU sehasta ,maka AKU mendekat padanya sedepa,bila dia datang padaKU dgn berjalan biasa maka AKU mendatanginya dgn berjalan cepat (HR Bukhari 8/171 dan muslim 4/2061)
Subhanallah sungguhlah betapa maha segalanya Rabb kita YaRohman YaRohiim terhadap hamba2Nya meski stiap menit titisan dosa sllu kita ciptakan,namun pintu ampunanya seluas langit dan bumi,sungguhlah merugi orang2 yg lalai dan di enggankan Oleh huluran kasih sayangNya,,,,
Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah,,,
Ya Allah baguskan agamaku karena ia peganganku. Baguskan duniaku krn disitulah hidupku, & baguskan akhiratku karena tempat kembaliku. Jadikan hidupku ini kesempatan utk memperbanyak amal soleh & jadikan matiku tempat istirahat dari semua keburukan. (HR. Muslim)
Semoga bermanfaat...kurang lebihnya ada silaf dan salah kata kami harap ma'af kepada Nya kami mohon ampun...wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
by: Ella Azzahracahyaning Sukmasyuhada (http://www.facebook.com/profile.php?id=100001999230013)
SIAPAKAH ZIONIS ISRAEL ITU? part II
Unggun “Samuel” Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah “Kemerdekaan Israel”. Yang jadi pertanyaan, “Kapan Israel pernah dijajah?” Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.
Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya “Negara Israel” terbentuk.
Berlindung Dibalik Klaim Agama
Dasar pendirian negara Israel berawal dari kata-kata Nabi Musa dalam ‘kitab Perjanjian Lama’, bahwa Tuhan “menganugerahkan” tanah Israel untuk orang-orang Yahudi dan tanah tersebut akan menjadi milik mereka untuk selama-lamanya.
Lalu ada pula cerita mengenai persebaran kaum Yahudi (Diaspora), yang konon katanya terjadi setelah kaum Yahudi memberontak terhadap pasukan Romawi pada abad pertama dan kedua. Oleh karena itu, kaum Yahudi kemudian “diasingkan” dari tanah Israel dan kemudian menyebar di wilayah Eropa, terlunta-lunta, dan nasibnya semakin mengenaskan karena dibantai Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Setelah berabad-abad berdoa agar dapat kembali ke Palestina, kaum Yahudi akhirnya bisa kembali ke Tanah Palestina setelah mengalahkan pasukan Arab di sana dan mendirikan Israel pada tahun 1948. Semua kisah ini bersumber dari literatur Yahudi dan dijadikan dalil utama berdirinya negara Israel sebagai negara Yahudi di Tanah Palestina.
Namun jarang sekali orang yang mempertanyakan, apakah kaum Zionis-Yahudi itu benar-benar berasal dari bangsa Yahudi yang dipimpin Musa a.s. keluar dari Mesir dan pernah menguasai Tanah Palestina dalam suatu masa sebagaimana dikisahkan dari Kitab Raja-Raja? Lantas, siapakah “Yahudi Khazar” itu yang menjadi pionir, tulang punggung, atau motor penggerak dari gerakan Zionisme Internasional yang mengklaim jika Tanah Palestina merupakan Tanah Yang Dijanjikan bagi kaum Yahudi?
Khazar, Yahudi Jadi-Jadian
Untuk mengetahui lebih jauh tentang “Yahudi Khazar”, salah satunya kita harus melihat sebuah buku karya seorang Khazar dari Inggris bernama Arthur Koestler yang berjudul “The thirteenth tribe - The Khazar Empire And Its Heritage” (Suku Bangsa Ketiga Belas – Imperium Khazar dan Warisannya), yang diterbitkan oleh Random House, New York. Konon, sekarang buku ini sudah sangat sulit ditemukan.
Koestler menulis jika nenek moyang bangsa Khazar sendiri berasal dari campuran bangsa Mongol, Turki, dan Finlandia. Di abad ke-3 Masehi, mereka telah berjaya di wilayah Persia dan Armenia. Lalu pada abad ke-5 Masehi, mereka berada di antara gerombolan perusak Attila dari Hun. Setengah abad sebelum Islam muncul di Jazirah Arab, bangsa Khazar yang hidupnya memang selalu berpindah mulai menetap di Utara Kaukasus, antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, dengan ibukota di hulu Sungai Volga yang mengalir ke Laut Kaspia, dalam rangka mengkontrol lalu lintas sungai. Mereka memungut pajak 10% dari tiap kapal yang melintas dan akan membantai siapa pun yang menolaknya.
Kerajaan Khazar yang sangat brutal menjadi besar di wilayah ini dan terus memperluas wilayah kekuasaannya, dengan melakukan ekspansi dan menaklukkan suku Slavia yang cinta damai. Imperium Khazar juga menaklukkan Kiev.
Pada tahun 740 Masehi, kekuatan Khazar sudah sedikit melemah. Wilayah kekuasaannya dihimpit oleh dua kekuatan besar yakni Byzantium dan Muslim. Agar tetap aman, Khazar dihadapkan pada dua pilihan, menjadi Muslim atau Kristen. Namun Kaisar bangsa Khazar, Khakan, telah mengetahui jika ada agama yang ketiga selain Kristen dan Islam, yakni Yahudi. Ketimbang memilih kedua agama itu, Khakan lebih memilih Judaisme dan menyatakan mereka sebagai Yahudi.
Dalam satu malam, bangsa Khazar yang brutal dan sangat gemar berperang berubah menjadi bangsa Yahudi. Kerajaan Khazar mulai dideskripsikan sebagai ‘Kerajaan Yahudi’ oleh sejarawan pada waktu itu. Penerus penguasa Khazar mengambil nama Yahudi, dan selama akhir abad ke-9 kerajaan Khazar menjadi tempat berlindung yang ramah bagi kaum Yahudi yang ada di berbagai wilayah Eropa. Walau demikian, kebrutalan sebagai watak asli bangsa Khazar tidak pernah hilang.
Pada abad ke-8 Masehi, muncul kekuatan baru yang berasal dari sungai besar Dnieper, Don, dan Volga, yang dikenal sebagai bangsa Viking, yang juga disebut sebagai kaum Varancians atau juga disebut sebagai bangsa Rus. Bangsa ini merupakan bangsa pengelana dan pejuang yang gigih, namun nasib baik mungkin belum berpihak kepada bangsa yang baru muncul ini karena selalu saja kalah perang melawan Khazar.
Di tahun 862, seorang pemimpin bangsa Rus bernama Rurik membangun kota Novgorod. Dari sinilah lahir bangsa Rusia yang kemudian berdiam di antara suku bangsa Slavonic yang berada di bawah kekuasaan Khazar. Perjuangan bangsa Viking kemudian berubah menjadi perjuangan rakyat untuk merdeka dari penjajahan bangsa Khazar.
Satu abad kemudian setelah berdirinya kota Novgorod, seorang pemimpin bangsa Rusia bernama Prince Vladimir of Kiev menyatakan diri memeluk agama Kristen. Ini terjadi pada tahun 989. Orang ini sangat aktif di dalam misi Salib dan sekarang oleh sejarah Rusia dia dikenal dengan nama ‘Saint Vladimir’. Ini menandai kekristenan Rusia sudah dimulai sejak seribu tahunan silam.
Kepindahan agama Vladimir ternyata juga menghantarkan Rusia bersekutu dengan Kekaisaran Byzantium. Karena memiliki kepentingan yang sama untuk menaklukkan Khazar, maka mereka bersekutu. Pada tahun 1016, kekuatan gabungan bangsa Rusia dan Byzantium menyerang kerajaan Khazar dengan pasukan yang besar dan lengkap. Akibatnya Kekaisaran Khazar hancur-lebur. Kejayaan bangsa yang brutal dan gemar berperang ini akhirnya pudar. Kerajaan Khazar hilang dari catatan sejarah. Mereka banyak yang melarikan diri ke wilayah yang aman di Eropa. Kebanyakan akhirnya menetap dan berasimilasi dengan warga Eropa Timur, dimana mereka banyak yang menikah dengan bangsa Yahudi lain di sana. [bersambung/rz]
SIAPAKAH ZIONIS ISRAEL ITU? part I
Dalam suatu taklim bersama Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah awal medio 1990-an di pinggiran Jakarta, dengan suara perlahan namun intonasi yang tegas, beliau berkata, “Hindarilah penggunaan istilah ‘Timur Tengah’ dalam tulisan dan keseharian. Pakailah istilah ‘Dunia Arab’. Kedua istilah ini mengandung ideologi yang amat berbeda.”
“Istilah Timur Tengah yang banyak dipakai media massa negeri ini untuk menyebut Jazirah Arab,“ ujarnya, “…sesungguhnya secara implisit memasukkan dan mengakui adanya ‘Zionis-Israel’ sebagai kaum yang memiliki hak hidup di Arab. Secara ideologis kita turut mengamini adanya penjajahan mereka terhadap bangsa Palestina. Padahal secara akidah Islam, hal ini tentu tidak bisa dibenarkan. Sebab itu, kita seharusnya mengembalikan istilah asli wilayah ini dengan sebutan ‘Jazirah Arab’ atau ‘Dunia Arab’. Dengan digunakannya istilah asli ini, maka keberadaan Zionis di Palestina menjadi haram, ilegal. Ini adalah sikap ideologis yang benar yang harus dimiliki setiap aktivis dakwah.”
Di lain waktu dan tempat, dalam taklim bersama Ustadz Abu Ridho, beliau juga menyinggung hal yang lebih kurang sama. Beliau antara lian berkata jika di dalam keseharian, kita seharusnya menggunakan istilah ‘Zionis-Israel’. Baik dalam tulisan maupun perkataan. Ini untuk mempertegas sikap pembelaan kita terhadap bangsa Palestina dan membuka mata dunia jika Israel yang sekarang ini adalah Israel yang sangat rasis dan harus dilawan.
Pemaparan Ustadz Rahmat Abdullah dan Ustadz Abu Ridho yang jelas dan tegas seperti di atas terngiang kembali manakala suara organisasi massa Islam, dan juga partai politik yang memanfaatkan label Islam, terpecah menyikapi rencana perayaan HUT Zionis Israel ke-63 di Jakarta, 14 Mei 2011.
Front Pembela Islam (FPI) secara tegas mengecam dan menolak rencana ini. Bahkan FPI telah bertekad untuk melakukan aksi sweeping rencana yang bertentangan dengan pembukaan UUD 1945 ini.
Hal serupa dikemukakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi yang mengatakan sebaiknya kelompok Yahudi Indonesia membatalkan rencana itu. “Lebih baik tidak ada, daripada membuat kontroversi. Bukannya saya keras itu tidak boleh, tapi kontroversi itu (akan) membuat repot pemerintah,” ujar Hasyim Muzadi di Jakarta (11/5). Namun jika mereka ngotot, Hasyim mengatakan dia tidak bisa mencegah dan pihak penyelenggara harus menerima resikonya sendiri. “…kan dia sudah tahu itu kontroversi, makanya ada risikonya membuat itu.”
Berbeda dengan FPI dan KH. Hasyim Muzadi, Gerakan Pemuda Islam (GPI), seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal GPI Tubagus Muhammad Solehudin, malah menyatakan rencana peringatan HUT Zionis Israel di Jakarta itu tidak perlu dipermasalahkan. “Kalau diperbolehkan oleh pemerintah silakan, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum, tidak masalah,” ujar Tubagus Muhammad Solehudin, di Markas GPI Menteng, Jakarta Pusat (11/5).
Menurut Soleh, keberadaan orang Yahudi di Indonesia terus berkembang, dan tidak bisa dirahasiakan lagi. “Sebagian masyarakat di Jakarta sudah mengetahui orang Yahudi yang berkerja di Jabotabek,” tuturnya seraya berpesan agar para penganut Yahudi di Indonesia mendesak Israel menghentikan aksi kekerasannya di Palestina. Sebuah himbauan yang utopis, jika tidak dikatakan sebagai ahistoris.
Senada dengan Solehudian, Nasir Jamil juga tidak mempermasalahkan rencana itu. “Kalau mereka merayakannya di tempat tertutup dan hanya untuk komunitas mereka sendiri, saya pikir masih bisa ditolerir,” ujar politisi dari PKS yang pernah mengutip Injil Matius untuk memperkuat argumennya ini.
Tiga Hal Penting
Dalam berbagai wawancaranya, Unggun Dahana yang menjadi inisiator acara perayaan HUT Israel di Jakarta mengklaim jika perayaan “kemerdekaan Israel” merupakan gerakan umat Kristiani untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. “Di samping itu, kami juga sangat mendukung dibukanya jalur perdagangan antara Indonesia dan Israel,” ujarnya.
Unggun juga membenarkan jika acara ini merupakan langkah awal dari gerakan umat Kristen Indonesia untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. “Selama ini umat Kristen takut-takut. Dengan cara ini saya menghimbau untuk mendukung Yahudi dan Israel secara terbuka. Mendukung perdagangan Israel dan Indonesia,” ujar Unggun seperti dilansir Inilah.com.
Selain itu, acara kontroversial ini juga akan dihadiri oleh utusan dari Komunitas Yahudi di Singapura dan diliput oleh jurnalis Israel yang akan datang langsung ke Jakarta.
Ada beberapa hal yang bisa dikritisi dari pernyataan Unggun Dahana, di antaranya:
Pertama, pernyataan tentang istilah “Kemerdekaan Israel”,
Kedua, klaim dia tentang gerakan umat Kristiani mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka,
Ketiga, adanya Singapore-Jews Connection dan juga hadirnya jurnalis Israel yang akan meliput perayaan ini.
Ketiga hal di atas akan dipaparkan satu-persatu dalam tulisan ini agar kita semua dapat memahami dengan benar, mendudukkan sesuatu sesuai dengan kapasitasnya, dan tidak salah dalam menilai kasus ini.
Istilah “Kemerdekaan Israel”
Unggun Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah “Kemerdekaan Israel”. Yang jadi pertanyaan, “Kapan Israel pernah dijajah?” Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.
Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya “Negara Israel” terbentuk.
Apa yang dinamakan sebagai “Negara Israel” memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Namun satu hal yang harus ditekankan, jika Tanah Palestina yang sekarang diklaim secara sepihak menjadi wilayah Israel, dulunya disebut sebagai Tanah Kana’an dan bangsa asli yang mendiami wilayah itu dinamakan sebagai bangsa Filistin atau Palestina. Dari sebutan ini saja sudah bisa dibuktikan jika pemilik sah dari tanah ini adalah bangsa Palestina, bukan Israel. Namun kaum Zionis sering mengemukakan dalilnya sendiri, terkait hal ini. [bersambung/rz]
eramuslim.com
Teka-teki itu terjawab. Selama ini menjadi sangat sulit memahami. Kemana arah gerakan yang mengusung ideologi plurasime? Para penganut ideologi pluralisme itu mula-mula hanya menginginkan kebebasan beragama. Mereka menuntut setiap paham agama itu, diberi ruang hidup secara bebas di Indonesia. Tidak ada restriksi atau pembatasan. Termasuk adanya undang-undang yang mengatur keberadaan agama di Indonesia.
Gerakan yang mendapatkan dukungan media massa, lembaga swadaya internsional, dan pemerintahan Barat, berusaha dengan sangat gigih, memperjuangkan paham pluralisme di Indonesia. Mereka menggunakan segala kemampuan dan kekuataan yang mereka miliki, agar paham pluralisme itu eksis, dan kemudian mereduksi agama mayoritas di Indoensia, yaitu Islam.
Makanya, mereka berlindung dibalik baju pemerintah yang sekarang sedang getol-getolnya memerangi "terorisme". Mereka - penganut pluralisme sekarang meniupkan dengan sangat keras tentang ancaman radikalisme, ekstrimisme, dan fundamentalisme. Kaum pluralis dengan menggunakan media yang ada, terus melakukan kampanye tentang ide-ide kotor, yang ingin mereduksi secara total nilai-nilai Islam dalam kehidupan kaum Muslimin.
Tetapi, sekarang semua menjadi sangat terang benderang, para pengusung gerakan pluralisme itu, hanyalah alat, dan menjadi "brokers", yang tujuannya hanyalah untuk melegalkan agama dan komunitas Yahudi di Indonesia. Mereka menginginkan agar pemerintah melegalkan agama dan komunitas Yahudi Indonesia. Di mana selama ini, aktivitas mereka tertutup, dan selalu menggunakan berbagai "cover" untuk menutupi gerakan mereka.
Gerakan pluralisme yang menginginkan pemerintah memberikan pengakuan dan hak yang sama setiap agama, hanyalah "prolog" (mukaddimah) dari gerakan yang lebih besar, yang tujuannya ingin menjadikan agama Yahudi dan para pengikutnya di Indonesia menjadi legal. Dengan semakin mencairnya sikap umat Islam terhadap berbagai ideologi dan agama, maka itu menjadi peluang akan legalisasi terhadap agama Yahudi dan para pendukungnya di Indonesia.
Gerakan pluralisme itu, sudah menyusup ke seluruh Ormas Islam, dan ada tokohnya, yang memperjuangkan secara permanen dan terus menerus paham dan ideologi pluralisme itu. Gerakan ini mendapatkan angin saat Abdurrahman Wahid menjadi presiden, dan dilanjutkan oleh "Wahid Institute", yang terus menggelorakan tentang pluralisme di Indonesia.
Esensi gerakan pluralisme itu, bukan hanya ingin mereduksi agama Islam, tetapi gerakan ini juga ingin menjadikan agama Yahudi sebagai "centrum" (pusat) dari semua agama, karena pandangan agama Yahudi, yang sangat rasis. Dengan menelanjangi agama Islam, dan dengan ide-ide semua agama sama, kebebasan agama, dan toleransi agama, maka dititik inilah masuk agama Yahudi dan para pengikutnya, dan kemudian melakukan kooptasi terhadap semua agama dan ideologi yang ada di Indonesia.
Sekarang langkah-langkah deterent dan deideologisasi, khususnya terhadap paham agama, khususnya Islam, karena Islam akan menjadi batu sandungan bagi masuknya agama Yahudi di Indonesia. Mereka menggunakan 'trik-trik' politik, yang akan membuat kalangan pemeluk Islam kehilangan sikap "sajaah" (keberanian) untuk menyatakan dirinya sebagai Muslim. "Isyhadu bi anna muslimin" mereka lucuti dengan sederet isu yang sengaja mereka semburkan. Teroris, ekstrimis, fundamentalis, dan radikal. Dengan gempuran yang mereka lakukan melalui media itu, mentalistas umat Islam menjadi ciut nyalinya, dan kemudian mereka melenggang untuk mendirikan agama Yahudi di Indonesia.
Sabtu depan, 14 Mei, 2011, rencananya akan berlangsung peringatan ulang tahun atau peringatan hari kemerdekaan Israel di Jakarta. Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana ini bisa berlangsung di negeri yang mayoritas penduduk beragama Islam?
Sementara itu, Israel berdiri menjadi sebuah negara, tak lain melalui pengusiran, penghancuran, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina. Berulang kali terjadi pembantaian terhadap rakyat Palestina. Jumlahnya tidak sedikit. Mereka yang tewas dibunuh milisi Yahudi di Palestina. Jutaan orang yang diusir ke negara-negara lain, dan tanah kelahiran mereka dirampas. Kemudian, diduduki dan dijadikan negara yang bernama Israel. Terakhir umat Islam disuguhi Israel sebuah episode tragedi kemanusiaan yang tiada taranya, yaitu berlangsungya genoside terhadap muslim Palestina Gaza, saat invasi militer Israel terhadap Gaza, bulan Januari 2010.
Hari-hari ini, rakyat Mesir, Jordania, Suriah, dan Arab lainnya, sedang mempersiapkan peringatan "Nakba", peringatan yang memperingati pengusiran dan pembantaian yang dilakukan Yahudi di Palestina. Israel juga secara sistematis berusaha menghancurkan Masjidil Aqsha, dan menggali torowongan di bawahnya. Kejahatan yang dilakukan Israel tidak akan pernah berhenti terhadap rakyat Palestina. Kejahatan yang tiada taranya, yang hanya bisa disamai oleh Hitler.
Selama ini, kaum Muslimin hanya menjadi objek dan tertuduh sebagai teroris, fundamentalis, ekstrimis, pelaku kekerasan. Tetapi, kenyataannya umat Islam yang selalu menjadi korban kaum rasis Yahudi-Israel. Mereka terus berkampanye bahwa umat Islam itu selalu diidentikkan dengan pelaku kekerasan. Tetapi, sejatinya sejak dahulu kala, sampai yang paling banyak membunuh ummat Islam adalah kaum Yahudi dan Nasrani.
Mengapa umat Islam berdiam diri membiarkan dirinya terus menerus didzalimi secara kejam oleh mereka yang selalu meneriakkan pluralisme, kebebasan beragama, toleransi agama, inklusivisme. Mereka itu sejatinya gerakan yang haus darah umat Islam. Di mana saja mereka menumpahkan darah umat Islam dengan menggunakan tangan orang lain. Tak layak orang beradab memperingati kemerdekaan Israel. Wallahu'alam. (eramuslim)
Pembantaian di Bulan Mei: “Al-Nakba, The Paletinians Catastrope”
Apa yang terlintas di benak kita ketika diminta untuk menyebutkan peristiwa atau kejadian yang terjadi pada bulan Mei ? Mungkin akan ada yang menjawab peristiwa tersebut adalah Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Atau yang lebih fenomenal yaitu tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang menandai berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Selain itu mungkin ada yang menyebutkan Hari Buruh sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei. Biasanya hari tersebut diperingati dengan unjuk rasa oleh para pekerja di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Bulan Mei mungkin juga dikaitkan dengan Hari Reformasi yang menjadi saksi atas tumbangnya rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei tahun 1998. Itu beberapa peristiwa yang lazim diketahui oleh bangsa kita.
Namun taukah Anda peristiwa ‘Uyun Qaara ? Atau peristiwa Naashiruddin ? Pasti peristiwa ini asing terdengar oleh telinga kita. Maklum, peristiwa ini memang tidak terjadi di Indonesia tetapi terjadi di tanahnya para nabi yaitu di Palestina. Dua peristiwa itu merupakan tindakan biadab zionis Israel yaitu pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Peristiwa Naashiruddin adalah pembantaian yang terjadi pada tanggal 13 Mei 1948 di desa yang terletak di dekat Thabriyah. Pada peristiwa ini Israel sangat licik. Mereka mendatangi perkampungan tersebut dengan menggunakan pakaian Arab. Ketika penduduk setempat berbaik hati menyambut kedatangan mereka dengan hangat, mereka justru memberikan sebuah “hadiah” kejutan. Yaitu pembantaian tanpa ampun yang merenggut nyawa semua penduduk yang tinggal di kampung tersebut.
Selanjutnya pada tanggal 21 Mei 1948 panser-panser menyerbu desa besar bernama Bait Darais di sebelah timur Gaza. Panser-panser itu membabat habis semua penduduk desa tersebut dengan cara membunuh, meledakkan dan melindas penduduk. Termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua. Pembantaian lain yang terjadi pada bulan Mei adalah pembantaian ‘Uyun Qaara (dekat Tel Aviv). Tepatnya terjadi pada tanggal 20 Mei 1989. Seorang tentara Israel menembakkan senjata mesinnya ke tengah-tengah sekelompok pekerja palestina yang sedang berkumpul. Tujuh orang tewas seketika dalam serangan tersebut.
Selain beberapa peristiwa di atas, pada tanggal 14 Mei 1948 David Ben Gurion memproklamasikan berdirinya sebuah negara Yahudi di tanah Palestina yang disebutnya dengan nama Israel. Sontak hal ini membuat negara-negara Arab naik pitam kala itu. Karena mereka mendirikan sebuah negara di tanah bangsa lain. Peristiwa ini juga yang merupakan awal bencana besar kemanusiaan di Palestina dan ancaman bagi kedamaian di dunia.
Selang sehari yaitu tanggal 15 Mei 1948 terjadilah pengusiran terhadap 700.000 rakyat Palestina. Peristiwa inilah yang dikenal dengan hari Nakbah atau hari bencana. Israel memaksa mereka untuk mengungsi ke negara-negara tetangga yang berbeda. Tentara penjajah Israel itu menyapu hampir 500 desa Palestina dan kota-kota dari peta, dan mereka menjadikan sekitar 4,7 juta menjadi pengungsi dan hanya bisa bermimpi untuk kembali ke tanah air mereka sejak lebih dari enam dekade kemudian.
Penyerbuan terhadap kapal Mavi Marmara oleh zionis Israel juga terjadi pada bulan Mei. Tepatnya 31 Mei 2010 saat waktu subuh. Terjadi satu tahun yang lalu. Rombongan dalam kapal tersebut yang disebut dengan Freedom Flotilla dibantai oleh pasukan keji zionis. Tercatat belasan orang tewas puluhan orang mengalami luka dalam serangan biadab tersebut. Padahal kita tahu bahwa kapal tersebut membawa misi kemanusiaan untuk memberikan bantuan terhadap warga Gaza yang telah diblokade oleh Israel.
eramuslim.com
Langganan:
Postingan (Atom)









